Kamis, 08 Oktober 2020

Review Materi Sejarah Pedesaan

 Ada 3 unsur desa :

1.      Rangka/wilayah

2.      Darah/keturunan

3.      Warah/adat atau ajaran

Tanpa adanya unsur-unsur desa dalam hal daerah atau wilayah, desa akan sulit untuk dikenali maupun diketahui karakteristiknya dan sulit untuk memberikan terapan yang sesuai untuk pengembangannya. Ada tiga ciri desa yang bisa membedakannya dari kota, berikut tiga ciri dan penjelasannya:

Desa dan masyarakatnya sangat dekat dengan alam. Kegiatan mereka sangat bergantung pada iklim dan cuaca.

Penduduk desa merupakan satu unit kerja dan unit sosial. Dengan jumlah yang tak besar, mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian.

Ikatan kekeluargaan penduduk desa lebih kuat dengan penduduk lain.

Secara garis besar, daerah pedesaan memiliki ciri fisik sebagai berikut

1.      Terdapat perbandingan antara jumlah manusia dan luas tanah kecil

2.      Tata Guna Lahan di dominasi untuk sektor pertanian

3.      Jenis dan teknik pertanian tergantung kondisi lingkungan

Menurut dirjen Bangdes (pembangunan desa), ciri – ciri wilayah desa antara lain ;

1.      Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar (lahan desa lebih luas dari jumlah penduduknya, kepadatan rendah).

2.      Lapangan kerja yang dominan adalah agraris (pertanian)

3.      Hubungan antar warga amat akrab

4.      Tradisi lama masih berlaku.

Menurut Roucek – Warren, ciri-ciri desa antara lain :
• Kelompok primer merupakan kelompok dominan
• Hubungan antar warga bersifat akrab dan awet
• Homogen dalam berbagi aspeknya
• Mobilitas sosial rendah
• Keluarga lebih dilihat fungsinya secara ekonomis sebagai unit produksi
• Proporsi anak lebih besar

Ada beberapa karakteristik yang menjadikan suatu daerah disebut desa, yakni:

1.Gameinschaft

2.Paguyuban

3.Gotong royong

4.Homogen (agraris/petani)

5.Toleransi sosial kuat

6.Proses sosial lambat

7.Tergantung pada alam

8. Mobilitas penduduk rendah

Ada 2 fungsi desa, yakni sebagai pendukung kota (sumber pangan, bahan mentah, tenaga kerja, pusat industri, dan lainnya) dan pemerintahan terendah (menjalankan kebijakan yang digariskan pemerintahan di atasnya). Selain itu kondisi geografis desa menentukan perekonomian masyarakat. Semakin jauh dari kota, maka semakin rendah tingkat pendidikannya. Daerah 3T merupakan daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia.

Pola Pengelompokan Desa :

1.Bentuk desa menyusur sepanjang pantai (desa pantai).

2.Bentuk desa yang terpusat ( desa pegunungan).

3.Bentuk desa linear di dataran rendah

4.Bentuk desa mengelilingi fasilitas tertentu.

Menurut Bintarto, terdapat enam pola pemukiman penduduk desa, yaitu:
1. Memanjang jalan. Di daerah plain (datar) susunan desanya mengikuti jalur-jalur jalan dan sungai.
2. Memanjang sungai.
3. bentuk desa linier di dataran rendah

4. bentuk desa mengelilingi fasilitas tertentu.

            Menurut Bintarto, terdapat enam pola permukiman penduduk desa, yaitu :

1.Memanjang jalan. Di daerah plain ( datar) susunan desanya mengikuti jalur-jalur jalan dan sungai.

2.Memanjang sungai

3.Radial. Pola desa ini berbentuk radial terhadap gunung dan memanjang sepanjang sungai di lereng gunung.

4.Tersebar

5.Memanjang pantai. Di daerah pantai susunan desa nelayan berbentuk memanjang sepanjang pantai.

6.Memanjang pantai dan sejajar dengan kereta api.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar