Review Sejarah Pedesaan
Nama : Karisa Susanti
Nim : 180110301005
Judul Buku : Metodologi Sejarah (Edisi Kedua )
Pengarang : Kuntowijoyo
Pengertian Sejarah Pedesaan
Sejarah pedesaan ialah sejarah dalam arti yang seluas luasnya, “ history is above all a science of change,” menurut marc bloch. Disini dimensi waktu sangat penting sebab perubahan ialah sebuah proses dalam waktu. Perubahan berarti perpindahan dari sebuah keadaan menuju ke keadaan yang lain. Keadaan mengandung makna aspek struktural dari sejarah, yang menunjukkan bahwa pada suatu momen tertentu tedapat sejumlah kejadian yang berhubungan secara struktural dan membentuk sebuah keadaan.
Sejarah pedesaan ialah sejarah yang secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan, masyarakat petani, dan ekonomi pertanian. Desa sebagai kesatuan teritorial dan administratif yang terkecil di Indonesia sudah banyak mendapat perhatian dari para peneliti diluar ilmu sejarah. Sejarah pedesaan memiliki garapan masyarakat petani, untuk membedakan sejarah pedesaan yang menggarap masyarakat petani dengan sejarah sosial, sejarah pedesaan harus selalu dapat mengembalikan permasalahan sejarah kepada desa dan pedesaan, atau ekonomi agraria pedesaan. Ekonomi agraria menjadi bagian dari sejarah pedesaan. Perubahan-perubahan yang terjadi di desa dan masyarakat petani biasanya menyangkut perubahan ekonomi dari sebuah ekonomi subsistence ke ekonomi exchange. Dalam hal ini kelompok-kelompok social di desa, seperti pamong praja, pedagang, dan buruh dapat dimasukkan kedalam kategori ekonomi pertanian, sepanjang masih berbasiskan kepada sumber-sumber pertanian. Ekonomi pedesaan memiliki cakupan kelompok-kelompok sosial seperti pamong praja, pedagang, dan buruh dengan syarat masih masuk ke dalam kategori ekonomi pertanian. Sebagai contoh yaitu perubahan dalam hubungan kerja pertanian di desa sebagai akibat masuknya lembaga pesantren di desa-desa di Jawa Timur selatan, seperti pada tulisan G.H. van der Kollf tentang timbulnya sistem ngedok di pedesaan.
Sejarah Penelitian
Di dalam sejarah pedesaan, desa masuk dalam satuan-satuan: ekosistem, geografis, ekonomis, dan budaya. Dalam setiap satuan desa mempunyai ciri-ciri natural yang tak terdapat dalam satuan lain. Contoh hubungan antara daerah selat Madura, yaitu antara pulau Madura dengan daerah-daerah pedesaan di Jawa Timur, ternyata kaya akan kemungkinan. Misal masuknya budaya adat Madura di Jawa Timur telah menimbulkan pemindahan budaya rakyat dari daratan Madura ke Jawa, sehingga terjadi percampuran antara adat Madura dengan Adat Osing di Jawa Timur. Dengan adanya hubungan antara berbagai satuan tentu dapat saling mempengaruhi, tetapi pengaruh tersebut dapat dilihat dengan jelas dari mana datangnya. Satuan ekosistem ialah hasil perpaduan antara aktivitas manusia, keadaan biologis dan proses fisik. Clifford Geertz dalam agricultural involution membedakan dua macam ekosistem di Indonesia, yaitu ekosistem ladang di Indonesia luar dan ekosistem sawah di Indonesia dalam. Dalam satuan-satuan geografis tedapat berbagai macam hubungan antara pedesaan. Satuan geografis meliputi : perbukitan, daerah, aliran sungai, pantai, teluk, selat, dan pedalaman desa-desa mempunyai hubungan tetentu satu dengan yang lainnya. Sejarah pedesaan menitikberatkan penelitiannya pada perubahan-perubahan yang terjadi dipedesaan, misalnya dapat mempelajari hubungan sosial, ekonomi, demografis, antara desa-desa disekitar daerah tandus dibagian selatan pulau jawa dengan desa-desa de lembah sekitarnya.
Permasalahan
Sejarah pedesaan ialah sejarah tentang apa saja dengan bidang garapan desa, masyarakat petani, dan ekonomi pertanian. . Terdapat beberapa permasalahan dalam sejarah pedesaan antara lain:
1. Bangunan fisik
Pedesaan belum mendapat perhatian dari sejarawan, sekalipun sumber-sumber tradisional dan belanda banyak keterangan mengenai pedesaan. Perubahan ekologi, pemukiman, jalur komunikasi, dan penduduk dapat termasuk kelompok ini.
2. Satuan sosial
Satuan sosial lingkungan desa dan masyarakat petani sangat kaya dengan permasalahan sejarah. Keluarga, kesatuan desa, kelas sosial, kelompok agama dan budaya, dan kelompok etnis termasuk disini.
3. Lembaga sosial
Lembaga-lembaga desa yang berupa pola hubungan sosial dan organisasi-organisasi sosial merupakan tema yang kaya untuk dijadikan kajian. Termasuk disini lembaga seperti pemerintahan, keagamaan, politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan dll.
4. Hubungan sosial
Hubungan sosial di pedesaan juga kaya akan tema penelitian. Diantaranya masalah stratifikasi, integrasi, Konflik, mobilotasi sosial, migrasi, dan hubungan desa-kota.
5. Gejala psiko-kultural
Masuknya unsur-unsur baru dalam psikis dan budaya masyarakat desa dapat merubah mental budaya masyarakat desa, dan dapat merubah nilai-nilai dalam bidang sosial ekonomi.
Kita dapat memilih satu desa, satu masalah, satuan desa, atau pedesaan pada umumunya dari ilmu-ilmu sosial untuk memperoleh petunjuk-petunjuk teoretis mengenai pedesaan, karena pemikiran tentang sejarah pedesaan sendiri sangat kuat dipengaruhi oleh pemikiran dari ilmu-ilmu sosial itu.