Sabtu, 31 Oktober 2020

Review Materi Sejarah Asia 6

 Review Materi Sejarah Asia 6

Letak Geografis Asia Selatan

Secara geografis, Asia Selatan sebelah utara wilayah ini berbatasan dengan sebagian Rusia dan Pegunungan Himalaya yang memisahkan dengan Cina, selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, barat dengan Iran dan Laut Arab, sementara sebelah timur berbatasan dengan Birma dan Teluk Benggala. Kawasan Asia Selatan terdiri dari beberapa negara yaitu, India, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, Nepal, Bhutan dan Maladewa.

Ø  Peradaban  mohenjodaro & harappa  oleh  bangsa dravida  2500  sm  di sungai  indus

Pada peradaban ini telah menerapkan system irigasi yang baik. Peradaban Harappa yang berkembang di Lembah sungai Indus telah muncul lebih awal sebelum adanya kitab Veda. Harappa dan Mohenjodaro membagi kotanya menjadi dua bagian yaitu bagian pemerintahan dan administratif. Kelompok manusia pertama yang membangun peradaban Harappa dan Mohenjodaro adalah bangsa Dravida.

Kedatangan bangsa arya di india memberikan pengaruh yang salah satunya penerapan sistem varna atau sistem kasta. Bangsa Arya berasal dari wilayah Eropa antara Laut Hitam dan Laut Kaspia sekitar pertengahan millennium kedua sebelum masehi. Bangsa Arya memperkenalkan konsep Brahmana sebagai suatu kepercayaan. Brahma yaitu salah satu dewa yang terdapat dalam trinitas agama Hindu. Kebudayaan baru yang dibawa oleh bangsa arya menuai perlawanan dan pertempuran, tetapi ada ilham dibaliknya yaitu terciptanya sastra epic legendaris seperti Ramayana dan Mahabarata. Agama yang dianut oleh penduduk asia selatan hinduisme dan buddhisme, hinduisme adalah gabungan dari berbagai kepercayaan banyak suku yang terbentuk di India ribuan tahun yang lalu. Kehidupan agama Hindu terdiri dari pemujaan, doa, dan meditasi. Kata kunci dalam agama Hindu yang merujuk pada keselamatan adalah moksha atau mukti. Sedangkan buddhisme adalah agama India kuno, yang muncul di dalam dan sekitar Kerajaan Magadha kuno (sekarang di Bihar , India ), dan didasarkan pada ajaran Buddha Gautama).

Ø  Peradaban Dinasti Maurya

Dinasti Maurya mengalami masa kejayaan pada masa kepemimpinan Ashoka (273 SM – 232 SM. Ashoka sebelumnya menganut Hindu, tetapi  ia berpindah menganut Budha. Kemudian di bawah kepemimpinan Ashoka, ajaran Budha dijadikan dasar bagi kekuasaan Kerajaan Maurya tersebut. Salah satu kemajuan peradaban Ashoka yaitu didirikannya tiang-tiang batu berisi ajaran agama Budha di seluruh penjuru kerajaan. Berdasarkan Kitab Wishnu Purana, jumlah raja yang pernah memerintah kerajaan Maurya ada sepuluh orang, dan kerajaan ini dapat bertahan selama 137 tahun.

Kerajaan Gupta dan Harsha

Pada awal keempat mulailah kerajaan baru di India yaitu Kerajaan Gupta. Kerajaan ini hampir menyamai kerjaan Chandragupta dan Maurya. Raja yang pertama adalah Chandragupta I. Raja-raja yang memerintah kerajaan Gupta :

1.      Chandragupta I ( 320 -330 M)

2.      Ramagupta (330 – 335 M)

3.      Samudragupta, Sarvarajaccheta (335-376 M)

4.      Chandragupta II bergelar Vikramaditya (376-415 M)

5.      Kumaragupta (415-455 M)

6.      Skandagupta (455 – 467 M)

7.      Paragupta

Kerajaan Harsha

Harsha atau Harsha Vardana adalah kaisar India yang menguasai wilayah India Utara selama 41 tahun.

Harsha Vardana (606 – 647 M)

Ø  DINASTY PALLAVA

Dinasti Pallava ialah dinasti di India Selatan yang memerintah wilayah Tamil Nadu utara dan wilayah Andhra Pradesh selatan, dengan ibu kotanya terletak di Kanchipuram. Dinasti Pallava adalah dinasti India yang ada dari 275M hingga 897M, menguasai sebagian India Selatan. Perkataan "Pallava" dalam bahasa Sanskrit membawa pengertian cabang. Pallavas merupakan dinasti deengan pengikut Hindu. Kaum kerabat Pallava berasal daripada komuniti Kuruba/Kurumba dan pada mula-mulanya, menghuni di wilayah Guntur di Andhra Pradesh. Kawasan ini kini masih dirujuk sebagai Palnadu atau Pallava Nadu.

v  Kerajaan Chalukya

Kerajaan Chalukya berkembang ketika Jayasimha berhasil menaklukan kekuasaan Rastrakuta dan mendirikan kerajaan yang disebut Chalukya yang berada di Negeri Maharastra dan Vatapi menjadi Ibukotanya. Pendiri kerajaan Chalukya yaitu  Pulekesin I dan melakukan perluasan ke berbagai arah di bawah kepemimpinan para putranya. Lalu kerajaan ini mengalami kehancuran akibat mendapat serbuan dari raja Dantidurga yaitu penguasa wilayah Malked yang tentunya Raja Dantidurga ini memiliki pasukan yang lebih kuat dibandingkan pasukan Chalukya bahkan dalam dalam aktifitas perdagangannya juga. Lalu dilanjutkan oleh dinasti yang menguasai sebagian besar anak benua India selatan dan tengah dari abad ke-6 hingga abad ke-12.

v  Kerajaan Chola (300 SM hingga 1279 M)

Kerajaan Cholamandala atau yang sering disebut Chola adalah kekaisaran Thalassocratic Tamil di India Selatan, salah satu dinasti dengan kekuasaan terlama dalam sejarah dunia. Kerajaan ini muncul dalam cerita Mahabarata. Bangsa ini dipercaya mempunyai hubungan dengan wangsa Siwi atau Sibi, bersama dengan Sindhu Sauwira.  Kerajaan Chola dipimpin oleh Dinasti Chola yaitu Dinasti Tamlik yang menguasai Chola hingga abad ke-13. Raja Chola awal yang paling terkenal adalah Karikala Chola.

Proses Islamisasi Anak Benua India

Usaha penyebaran agama  Islam di wilayah Asia Sebenarnya telah dilakukan semenjak masa Khulafa’ur Rashidin dan mengalami kegagalan. Selanjutnya diteruskan pada masa dinasti umayyah dan Abassiyah. Namun Secara politis masuknya Islam ke kawasan anak benua India berasal dari wilayah Afganistan yaitu pada masa Ghasnawiyah ( 977-1186 SM ) . Selanjutanya masa Ghasnawiyah ini ditumbangkan oleh dinasti Ghuri dan Dinasti Ghuri tersebut mampu melindas persekutuan dalam pertempuran Terain 1192. Kehadiran Islam di kawasan India tersebut memberikan dampak yang sangat kuat dalam bidang politik utamanya saat kekuasaan Kerajaan Mughal. Kebijakan ekonomi dari para penguasa muslim utamanya Mughal misalnya dalam perdaganagn, pengaturan bea cukai, pemasukan keuangan negara dari sektor pajak atah penghasilan tanah serta sistem mata uang yang berlaku secara resmi telah disusun secara rapi.

Ø  Imperium Mughal

Pada saat Babar berkuasa di Kabul, situasi di India sedang dalam masa kekacauan masa pemerintahan Ibrahim Lodi. Tahun 1526 terjadi pertempuran besar di Kota Panipat. Sultan Ibrahim Lodi dapat dikalahkan oleh Babar dan berakhirlah kerajaannn Delhi. Sultan Babar kemudian mendirikan kerajaan Moghul, yang terkenal dengan Kesultanan Moghul beribukota di Agra.

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Perkembangan dan kemajuan Kesultanan Moghul saat dipimpin oleh beberapa sultan, meliputi:

v  Zahirrudin Babar (1526-1530) Setelah mengalahkan Ibrahim Lodi, Babur membangun stabilitas politik dan memperkuat angkatan perang. Sampai dengan tahun 1529 wilayah Moghul sangat luas mulai Turkestan sampai Teluk Benggala.

v  Nassirudin Humayun  (1530-1556) Humayun sempat menyingkir dari Agra, dan dengan bantuan Shah Thomas dari Persia Humayun berhasil menguasai Kabul kembali, kemudian Agra juga berhasil direbut tahun 1555. Selama masa pemerintahannya, secara militer dan administratif sudah berhasil.

v  Jalaludin Akbar (1560-1605) Ia naik tahta saat umur 15 tahun, karena usianya yang masih belia pemerintahan diserahkan kepada Bairam Khan. Setelah dewasa, ia dapat mengembalikan wilayah-wilayah yang pernah melepaskan diri dan memperluas wilayah-wilayah baru secara gemilang. ia juga membuat kebijakan-kebijakan, seperti: memperkuat militer dan mewajibkan pejabat sipil mengikuti latihan militer, kebijakan shalalul (toleransi universal) kebijakan ini memberikan hak persamaan kepada semua penduduk tanpa membedakan agama dan etnis.

v  Nurrudin Jahangir (1605-1627) Pemerintahannya diwarnai dengan pemberontakan, seperti pemberontakan di Ambar yang tidak mampu dipadamkan. Pemberontakan juga muncul dari istana yang dipelopori oleh putranya sendiri, Kurram. Dengan bantuan Panglima Muhabbat Khan, Kuram menangkap dan menyekap Jahangir. Berkat usaha permaisurinya, permusuhan antara anak dan ayah ini dapat didamikan.

v  Muhammad Shihabuddin Shah Jahan (1627-1658) Pada masa pemerintahannya masih menghadapi berbagai gejolak dalam negeri dan ancaman perebutan kekuasaan dari negara-negara lain. Meskipun demikian ia pemimpin yang jujur, bijaksana. Kas negara penuh dan ia membuat banyak bangunan, seperti: Taj Mahal (makam untuk istrinya tercinta: Muntaz Mahal), masjid juma, Red Fort, Dewan i-khas.

v  Mohyuddin Arungzeb Alamgir (1658-1707) Sultan Aurangzib Alamgir dinobatkan di Delhi tahun 1659 segera melakukan kontrol keamanan dalam negeri dengan mamantapkan kembali kekuasaan di Decaan. Usahanya tidak sia-sia dengan semakin banyaknya wilayah yang dikuasai. Tahun 1685 kerajaan Bijabur tunduk, disusul Golkonda tahun 1687, Tanjore dan Trichinopoly tahun 1689. Aurangzib berhasil memperluas kekuasaan di India secara utuh.

Kehancuran Imperium Mughal

Faktor internal :

1. Lemahnya para pewaris kerajaan.

2. Pola kehidupan mewah & boros.

3. Memperlakukan diskriminasi yang mencolok terhadap masyarakat Hindu

Faktor eksternal :

1. Adanya pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang hindu.

2. Adanya serangan dari luar.

3. Datangnya kekuatan inggris dengan perusahaan dagangnya IEC

Kolonialisme Di Anak  Benua India

Penjajahan yang sangat lama di anak benua India utamanya di kawasan India dilakukan oleh Inggris sejak dibentuknya organisasi perdagangan yang bernama EIC ( English East India Company ) pada 1600 dengan diberi hak monopoli oleh Pemerintah Inggris  di kawasan  dunia Timur. Peletak dasar kolonialisme di India Ialah Robrt Clive yang mampu mengalahkan Perancs dalam peperangan Carnatic  1746-1752 dan 1756-1763, mengusir Portugis dari anak Benua , mengusir Belanda dari Srilangka, memenangkan Perang Plassey ( Juni 1757 ), Perang Buxor ( 1767 ).

Dampak Kolonialisme di Anak Benua India

1. Dampak Negatif:

v  Terjadinya disintegrasi masyarakat Indian.

v  Percepatan Revolusi di India.

v  Wabah Kelaparan akibat percepatan Industri dengan menghancurkan lahan pertanian.

v  Dalam bidang sosil budaya terdapat diskriminasi rkya India.

2. Dampak Positif :

v  Mewariskan infrastruktur yang dapt dimanfaatkan serta dikembankan oleh rakyat India.

v  Pekembangan Pendidikan yang diberikan Inggris melahirkan kaum intelektual yang menjadi  pemikir kemerdekaan.

v  Warisan bidang administrasidan politik Inggris di India dengan adnya peraturan, shukum dan sistem pemerintaha yang teratur dan rapi

Fenomena Nasionalisme di kawasan Asia Selatan khususnya daerah India terjadi dikarenakan menculnya kaum terpelajar India yang menginginkan India bersatu sebagai satu kesatuan yang utuh tanpa ada intervensi dari negara lain serta memiliki pemerintahan sendiri. Hal tersebut terjadi pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 dengan munculnya organisasi pejuang kemerdekaan seperti All India National Congres ( 1885 ) dan Organisasi All Indian Muslim League (1906).

Konflik India-Pakistan

a.       Konflik Agama dan Politik

·         Rivalitas antara agama Hindu dan Islam.

·         Pakistan melepaskan diri dari India.

·         Kepemimpinan India dan Pakistan.

b.      Konflik Perebutan Wilayah (Wilayah Perbatasan Kasmir)

A. Timbulnya perang:

·         Perang India-Pakistan (1947-1948)

·          Perang India-Pakistan (1965)

·         Perang Saudara (1971)

·         Perang India-Pakistan 1999  (Perang Kargil)

Upaya penanganan konflik oleh PBB berupa pembentukan komisi khusus  dan membentuk suatu garis batas antar wilayah yang membagi kedaulatan kedua negara tersebut. PBB pun berperan menjadi pengawas atas aksi gencatan senjata dan sebagai penengah yang melakukan berbagai mediasi yang dianggap berhasil, diantaranya dikenal dengan Perjanjian Karachi dan Perjanjian Shimla.

Kamis, 29 Oktober 2020

Review Materi Sejarah Pedesaan 6

Review Materi Sejarah Pedesaan

Persebaran Desa

Persebaran desa dan pemusatan penduduk desa sangat dipengaruhi oleh keadaan tanah, tata air,topografi,dan ketersediaan sumber daya alam yang terdapat di desa tertentu. Pertumbuhan dan perkembangan pemukiman desa dipengaruhi oleh fisik, ekonomi, politik, sosial budaya, dan agama. Faktor fisik misalnya keadaan morfologi, keadaan tanah, tata air, sumber daya, dan iklim. Faktor ekonomi misalnya kemampuan daya beli penduduk, transportasi, komukasi, lapangan kerja, harga tanah, bentuk dan struktur organisasi, hubungan sosial antar warga, keadaan kesehatan, serta keadaan pendidikan. Faktor politik misalnya keadaan pemerintahan dan kenegaraan, peraturan-peraturan yang berlaku, serta kebijakan yang dilaksanakan. Faktor agama atau religi akan mempengaruhi keadaan sosial dan politik masyarakat setempat.

Pola persebaran desa menurut R. Bintarto :

a.Pola memanjang jalan
Pola persebaran desa memanjang jalan terdapat di daerah yang areanya datar dan menghubungkan dua kota. Pola desa yang memanjang bertujuan untuk mendekati prasarana transportasi sehingga memudahkan untuk berpergian ke tempat lain apabila ada keperluan. Selain itu juga memudahkan pergerakan barang dan jasa.

b. Pola memanjang sungai
Pola persebaran desa terletak di kanan kiri sungai pola desa ini memanfaatkan air sungai untuk berbagai keperluan, dan umumnya terdapat pada daerah dataran.

c. Pola memanjang pantai
Di daerah-daerah pantai yanga landai, pola persebaran desa biasanya memanjang mengikuti arah garis pantai. Desa memanjang pantai merupakan desa nelayan yang mata pencaharian penduduknya menangkap ikan di laut.

d. Pola memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api
Pola semacam ini terdapat di daerah pantai yang landai. Pada umumnya penduduknya bekerja sebagai nelayan dan pedagang.

e. Pola radial
Pola persebaran radial atau melingkar terdapat di daerah gunung berapi, biasanya terletak dikanan kiri sungai lereng gunung tersebut.

f. Pola tersebar
Pola tersebar umunya terdapat di daerah yang homogen dengan kesuburan yang tidak merata, seperti di pegunungan kapur (karst). Desa satu dengan yang lain dihubungkan oleh jalan setapak.

Bentuk-bentuk pemukiman di pedesaan mengikuti pola keruangan desa yang dibedakan sebagai berikut:

a. Pola linear atau memanjang

Bentuk pemukiman ini mengikuti jalur memanjang seperti jalan raya, tepi sungai atau garis pantai.  Masyarakat menggunakan pola ini untuk mendekati sarana transportasi dan tempat bekerja.

b. Pola memusat atau mengelompok

Bentuk pemukiman mengelompok ini ditemukan di daerah pegunungan yang hubungan kekerabatannya masih kuat. Pola ini ditemukan di pertemuan atau persimpangan jalur transportasi serta di lokasi yang dekat mata air.

c. Pola menyebar

Perkampungan di perdesaan yang terpecah terbentuk karena rumah penduduk menyebar. Pola ini biasanya ditemukan di daerah dataran rendah atau perbukitan.

 

Ciri –Ciri Desa

Desa merupakan suatu tempat tinggal penduduk yang hidup dari bertani dengan suasana lingkungan yang tentram dan letaknya jauh dari keramaian kota. Kondisi desa seperti itu, umumnya terdapat di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dengan ciri-ciri yang hampir sama disetiap negara. Ciri-ciri desa adalah sebagai berikut:

Ø  Kehidupan masyarakat desa sangat erat dengan alam.

Ø  Kehidupan para petani sangat bergantung paa musim.

Ø  Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.

Ø  Struktur perekonomian desa umumnya bersifat agraris.

Ø  Hubungan antar anggota masyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat.

Ø  Perkembangan sosial relatif lambat dn sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.

Ø  Norma agama dan hukum adat masih kuat.

Menurut Dirjen Pembangunan Desa Departemen Dalam Negeri, wilayah pedesaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Ø  Perbandingan tanah dengan manusia yang besar.

Ø  Lapangan kerja agraris.

Ø  Hubungan penduduk yang akrab, dan

Ø  Sifat yang menurut tradisi.

Sabtu, 24 Oktober 2020

Review Materi Sejarah Asia 5

 

Review Materi Sejarah Asia

 

Asia timur adalah wilayah timur Asia, yang didefinisikan baik dalam istilah geografis maupun etno-budaya. Asia Timur, khususnya peradaban Cina , dianggap sebagai salah satu tempat lahir peradaban paling awal. Peradaban kuno lainnya di Asia Timur yang masih eksis sebagai negara merdeka hingga saat ini termasuk peradaban Jepang , Korea dan Mongolia. Cina adalah wilayah pertama yang menetap di asia timur dan tidak diragukan lagi merupakan inti dari peradaban asia timur dari mana bagian lain asia timur terbentuk. Berbagai wilayah lain di Asia Timur selektif dalam pengaruh Cina yang mereka adopsi ke dalam adat istiadat lokal mereka. Negara-negara yang termasuk wilayah Asia Timur adalah China, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Mongolia, Taiwan, Hongkong, dan Makau.

Era Kerajaan

Ø  Cina

Ada sekitar 17 peradaban yang berdiri di cina, namun yang dikenal sebagai peradaban besar hanya sekitar 4 peradaban, dinasti Qin, dinasti Han, dinasti Yuan, dan dinasti Qing. 1. Dinasti Qin

            Dinasti ini terkenal mengawali pembangunan Tembok Besar Tiongkok (The Great Wall) yang kemudian diselesaikan oleh Dinasti Ming serta peninggalan Terakota di makam Qin Shi Huang.

            Beberapa kontribusi besar Dinasti Qin, antara lain :

v  Terbentuknya konsep pemerintahan terpusat

v  Penyatuan undang-undang hukum

v  Diterapkannya bahasa tertulis

v  Satuan pengukuran

v  Dan mata uang bersama seluruh Tiongkok

2. Dinasti Han

            Dinasti Han memerintah China selama empat abad, dari 206 SM hingga 220 M. Meskipun Dinasti Qin sebelumnya telah menyatukan China, Dinasti Han menyatukan sekaligus mengembangkan institusi yang menjadi ciri sebagian besar sejarah China sejak itu. Dinasti Han memperluas batas-batas China dari lembah Sungai Kuning ke tempat yang sekarang disebut China selatan.

3. Dinasti Yuan

Dinasti Yuan merupakan dinasti asing di Tiongkok, karena didirikan oleh Bangsa Mongol. Pendirinya adalah Kubilai Khan yang bergelar Shizu (1279 – 1294). Pada masa pemerintahan Kubilai Khan terjadi serangan ke Jawa dan Jepang. Kekalahan armada Kubilai Khan waktu menyerang Jepang dikarenakan tidak mengenal medan lautan, seluruh armadanya tenggelam di laut Jepang karena dihantam badai taifun, yang memang setiap tahun menerpa Jepang pada bulan Juli. Pada masa pemerintahan kaisar Dinasti Yuan terakhir, Toghon Temur (1333 – 1368) terjadi banyak bencana alam seperti banjir dan wabah penyakit, yang diduga merupakan penyakit sampar. Pemberontakan terjadi di mana-mana dan yang terkuat adalah yang di bawah pimpinan Zhu Yuanzhang. Mereka berhasil merebut ibu kota Dinasti Yuan yang bernama Dadu pada tahun 1368. Kaisar Toghon Temur melarikan diri ke utara, sehingga dengan demikian berakhirlah kekuasaan rezim Mongol di Tiongkok.

4. Dinasti Qing

            Dinasti Qing (1644–1911) didirikan mengganti kekalahan Dinasti Ming, dinasti terakhir Han Tiongkok, oleh suku Manchu dari sebelah timur laut Tiongkok pada tahun 1644. Dinasti ini merupakan dinasti feodal terakhir yang memerintah Tiongkok. Diperkirakan sekitar 25 juta penduduk tewas dalam periode penaklukan Manchu atas Dinasti Ming (1616-1644). Bangsa Manchu kemudian mengadopsi nilai-nilai Konfusianisme dalam pemerintahan mereka, sebagaimana tradisi yang dilaksanakan oleh pemerintahan dinasti-dinasti Han sebelumnya.

Jepang pada masa kerajaan terbagi menjadi 4 zaman, yaitu :

a.       Zaman Kamakura

zaman Kamakura yang merupakan zaman transisi menuju abad pertengahan Jepang. Abad pertengahan berlangsung selama hampir 700 tahun ketika pemerintah pusat, istana, dan Kaisar Jepang umumnya hanya menjalankan fungsi-fungsi seremonial. Zaman Kamakura berakhir setelah runtuhnya kekuasaan Keshogunan Kamakura pada tahun 1333.

b.      Zaman Muromachi

Zaman Muromachi berlangsung dari sekitar tahun 1336 hingga 1573 ketika kekuasaan pemerintah berada di tangan Keshogunan Ashikaga yang juga disebut Keshogunan Muromachi. Pendiri Keshogunan Ashikaga adalah Ashikaga Takauji yang merebut kekuasaan politik dari Kaisar Go-Daigo dan sekaligus mengakhiri Restorasi Kemmu. Zaman Muromachi berakhir pada tahun 1573 ketika shogun ke-15 sekaligus shogun Muromachi terakhir, Ashikaga Yoshiaki diusir dari ibu kota Kyoto oleh Oda Nobunaga.

c.       Zaman Azuchi-Momoyama

Istilah zaman Azuchi-Momoyama berasal dari nama istana (kastil) yang menjadi markas kedua pemimpin besar, Nobunaga di Istana Azuchi dan Hideyoshi di Istana Momoyama.

d.      Zaman Edo

Pada zaman Edo adalah pemerintahan otonomi daerah berada di tangan lebih dari dua ratus pejabat daimyo. Sebagai klan terkuat, pemimpin klan Tokugawa dari generasi ke generasi menjabat sebagai shogun (sei-i taishōgun). Keshogunan Tokugawa yang bermarkas di Edo (sekarang Tokyo) memimpin para daimyo di masing-masing daerah otonom yang disebut domain (han). Zaman Edo adalah zaman keemasan seni lukis ukiyo-e dan seni teater kabuki dan bunraku. Sejumlah komposisi terkenal untuk koto dan shakuhachi berasal dari Zaman Edo. 

Era Perkembangan dan Modern

1.      China

China merupakan negara yang memiliki paham sosialis/komunis. Alhasil sistem perekonomian China pun diatur oleh negara, dan warga negara yang menentang akan dihukum. Hal inilah yang menjadi ciri khas utama dari negara dengan sistem ekonomi sosialis, di mana pemerintah menjadi pemegang kendali perekonomian. Partai Komunis China (PKC) adalah mesin penggerak utama yang menghasilkan berbagai perubahan, termasuk memperkenalkan asas kapitalistik dan menjadikan para pedagang dan pengusaha ikut menjadi bagian sebagai anggota PKC. Dan tema penting adalah bagaimana menempatkan rakyat ke dalam keseluruhan pembangunan. Dijaman sekarang ini cina hadir sebagai salah satu negara yang maju dan modern. Kehidupan sosial disana pun sudah sangat homogen, dan banyak sekali pertemuan berbagai macam kebudayaan disana. Hal ini dapat menunjukkan bahwa cina sudah berkembang bahkan melampaui negara negara lain di kawasan asia.

2.      Jepang

Jepang merupakan negara maju yang terletak di kawasan asia Timur. Saat ini bersama China dan Korea Selatan, Jepang menyanding predikat sebagai kekuatan ekonomi di regional Asia. Dari segi pertumbuhan perekonomiannya, jepang dinobatkan sebagai salah satu negara dengan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Perkembangan politik Jepang dalam masa modern memiliki 5 era, yakni :

a)      Era Meji (1868-1912)

Pada era meji ini dipimpin oleh Kaisar Mutsuhito, perpolitikan pada era ini telah berubah ke arah modern dengan kekuatan yang besar, perubahan tersebut ini tidak lepas dari pengaruh budaya Barat, contohnya dalam hal (Seni, Filosofi, Teknologi, dan ilmu pengetahuan).

b)      Era Taisho (1912-1926)

Pada era ini kekuasaan politik sebagaian besar dikendalikan oleh beberapa anggota parlemen serta partai demokratik. Bisa dibilang sangat berkembanag budaya politik di masa ini. Namun di tahun 1920-an pada saat itu pemerintahan Jepang baru mengalami perubahan yang sangat demokratis.

c)      Era Showa (1926-1989)

Di masa ini perpolitikan yang dialami sangatlah panjang dibandingkan dengan era-era sebelumnya, pada masa ini di pmpin oleh Kaisar Hirohito, tetapi pada tahun 1945 perpolitikan Jepang bersifat Militer, fasis, dan Ultranasionalis.

d)     Era Heisei (1989-2019)

Era Heisei dimana merupakan era setelah budaya politik jepang yang pada saat itu mengalami perubahan menjadi monarki konstitusional.

e)      Era Rewai (2019-Sekarang)

Aliran budaya dari Jepang ke berbagai belahan dunia, penarik budaya Jepang misalnya penikmat anime, komik, manga, game. Budaya Jepang bisa tersebar meluas ke berbagai belahan dunia, salah satunya dengan terjadinya human dispersal dari Jepang sejak abad ke-15, serta peningkatan ekonomi Jepang sejak tahun 1960-an, yang telah memicu emigrasi penduduk Jepang ke berbagai wilayah dunia.

3.      Korea

Perkembangan dari pertumbuhan ekonomi Korea Selatan berawal dari masa pemerintahan presiden pertama Korea Selatan Syngman Rhee. Di masa pemerintahan Syngman Rhee ini ketergantungan terhadap bantuan luar negeri terutama Amerika Serikat sangat ditunjang pula oleh doktrin antikomunisme. Selanjutnya pada masa pemerintahan presiden Park Chung Hee, kemajuan perekonomian dicapai dengan menerapkan doktrin politik. Perkembangan perekonomian makin terasa di masa pemerintahan ini. Kebijakan yang otoriter dan represif menciptakan stabilitas politik domestic yang berpengaruh juga pada perekonomian nasional Korea Selatan.

Politik korea selatan berbentuk republik konstitusional dengan system presensial, presiden sebagai kepala Negara dan pengikut Negara yang bersistem multipartai, korea selatan membagi pemerintahan dalam tiga bagian yaitu eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Korea selatan belakangan tahun terakhir ini berhasil menyebarkan produk populernya kedunia internasional dengan dari

1)      Lagu atau Boyband dan Girlband,

2)      Drama Film,

3)      Fashion,

4)      Produk Kecantikan