Sabtu, 31 Oktober 2020

Review Materi Sejarah Asia 6

 Review Materi Sejarah Asia 6

Letak Geografis Asia Selatan

Secara geografis, Asia Selatan sebelah utara wilayah ini berbatasan dengan sebagian Rusia dan Pegunungan Himalaya yang memisahkan dengan Cina, selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, barat dengan Iran dan Laut Arab, sementara sebelah timur berbatasan dengan Birma dan Teluk Benggala. Kawasan Asia Selatan terdiri dari beberapa negara yaitu, India, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, Nepal, Bhutan dan Maladewa.

Ø  Peradaban  mohenjodaro & harappa  oleh  bangsa dravida  2500  sm  di sungai  indus

Pada peradaban ini telah menerapkan system irigasi yang baik. Peradaban Harappa yang berkembang di Lembah sungai Indus telah muncul lebih awal sebelum adanya kitab Veda. Harappa dan Mohenjodaro membagi kotanya menjadi dua bagian yaitu bagian pemerintahan dan administratif. Kelompok manusia pertama yang membangun peradaban Harappa dan Mohenjodaro adalah bangsa Dravida.

Kedatangan bangsa arya di india memberikan pengaruh yang salah satunya penerapan sistem varna atau sistem kasta. Bangsa Arya berasal dari wilayah Eropa antara Laut Hitam dan Laut Kaspia sekitar pertengahan millennium kedua sebelum masehi. Bangsa Arya memperkenalkan konsep Brahmana sebagai suatu kepercayaan. Brahma yaitu salah satu dewa yang terdapat dalam trinitas agama Hindu. Kebudayaan baru yang dibawa oleh bangsa arya menuai perlawanan dan pertempuran, tetapi ada ilham dibaliknya yaitu terciptanya sastra epic legendaris seperti Ramayana dan Mahabarata. Agama yang dianut oleh penduduk asia selatan hinduisme dan buddhisme, hinduisme adalah gabungan dari berbagai kepercayaan banyak suku yang terbentuk di India ribuan tahun yang lalu. Kehidupan agama Hindu terdiri dari pemujaan, doa, dan meditasi. Kata kunci dalam agama Hindu yang merujuk pada keselamatan adalah moksha atau mukti. Sedangkan buddhisme adalah agama India kuno, yang muncul di dalam dan sekitar Kerajaan Magadha kuno (sekarang di Bihar , India ), dan didasarkan pada ajaran Buddha Gautama).

Ø  Peradaban Dinasti Maurya

Dinasti Maurya mengalami masa kejayaan pada masa kepemimpinan Ashoka (273 SM – 232 SM. Ashoka sebelumnya menganut Hindu, tetapi  ia berpindah menganut Budha. Kemudian di bawah kepemimpinan Ashoka, ajaran Budha dijadikan dasar bagi kekuasaan Kerajaan Maurya tersebut. Salah satu kemajuan peradaban Ashoka yaitu didirikannya tiang-tiang batu berisi ajaran agama Budha di seluruh penjuru kerajaan. Berdasarkan Kitab Wishnu Purana, jumlah raja yang pernah memerintah kerajaan Maurya ada sepuluh orang, dan kerajaan ini dapat bertahan selama 137 tahun.

Kerajaan Gupta dan Harsha

Pada awal keempat mulailah kerajaan baru di India yaitu Kerajaan Gupta. Kerajaan ini hampir menyamai kerjaan Chandragupta dan Maurya. Raja yang pertama adalah Chandragupta I. Raja-raja yang memerintah kerajaan Gupta :

1.      Chandragupta I ( 320 -330 M)

2.      Ramagupta (330 – 335 M)

3.      Samudragupta, Sarvarajaccheta (335-376 M)

4.      Chandragupta II bergelar Vikramaditya (376-415 M)

5.      Kumaragupta (415-455 M)

6.      Skandagupta (455 – 467 M)

7.      Paragupta

Kerajaan Harsha

Harsha atau Harsha Vardana adalah kaisar India yang menguasai wilayah India Utara selama 41 tahun.

Harsha Vardana (606 – 647 M)

Ø  DINASTY PALLAVA

Dinasti Pallava ialah dinasti di India Selatan yang memerintah wilayah Tamil Nadu utara dan wilayah Andhra Pradesh selatan, dengan ibu kotanya terletak di Kanchipuram. Dinasti Pallava adalah dinasti India yang ada dari 275M hingga 897M, menguasai sebagian India Selatan. Perkataan "Pallava" dalam bahasa Sanskrit membawa pengertian cabang. Pallavas merupakan dinasti deengan pengikut Hindu. Kaum kerabat Pallava berasal daripada komuniti Kuruba/Kurumba dan pada mula-mulanya, menghuni di wilayah Guntur di Andhra Pradesh. Kawasan ini kini masih dirujuk sebagai Palnadu atau Pallava Nadu.

v  Kerajaan Chalukya

Kerajaan Chalukya berkembang ketika Jayasimha berhasil menaklukan kekuasaan Rastrakuta dan mendirikan kerajaan yang disebut Chalukya yang berada di Negeri Maharastra dan Vatapi menjadi Ibukotanya. Pendiri kerajaan Chalukya yaitu  Pulekesin I dan melakukan perluasan ke berbagai arah di bawah kepemimpinan para putranya. Lalu kerajaan ini mengalami kehancuran akibat mendapat serbuan dari raja Dantidurga yaitu penguasa wilayah Malked yang tentunya Raja Dantidurga ini memiliki pasukan yang lebih kuat dibandingkan pasukan Chalukya bahkan dalam dalam aktifitas perdagangannya juga. Lalu dilanjutkan oleh dinasti yang menguasai sebagian besar anak benua India selatan dan tengah dari abad ke-6 hingga abad ke-12.

v  Kerajaan Chola (300 SM hingga 1279 M)

Kerajaan Cholamandala atau yang sering disebut Chola adalah kekaisaran Thalassocratic Tamil di India Selatan, salah satu dinasti dengan kekuasaan terlama dalam sejarah dunia. Kerajaan ini muncul dalam cerita Mahabarata. Bangsa ini dipercaya mempunyai hubungan dengan wangsa Siwi atau Sibi, bersama dengan Sindhu Sauwira.  Kerajaan Chola dipimpin oleh Dinasti Chola yaitu Dinasti Tamlik yang menguasai Chola hingga abad ke-13. Raja Chola awal yang paling terkenal adalah Karikala Chola.

Proses Islamisasi Anak Benua India

Usaha penyebaran agama  Islam di wilayah Asia Sebenarnya telah dilakukan semenjak masa Khulafa’ur Rashidin dan mengalami kegagalan. Selanjutnya diteruskan pada masa dinasti umayyah dan Abassiyah. Namun Secara politis masuknya Islam ke kawasan anak benua India berasal dari wilayah Afganistan yaitu pada masa Ghasnawiyah ( 977-1186 SM ) . Selanjutanya masa Ghasnawiyah ini ditumbangkan oleh dinasti Ghuri dan Dinasti Ghuri tersebut mampu melindas persekutuan dalam pertempuran Terain 1192. Kehadiran Islam di kawasan India tersebut memberikan dampak yang sangat kuat dalam bidang politik utamanya saat kekuasaan Kerajaan Mughal. Kebijakan ekonomi dari para penguasa muslim utamanya Mughal misalnya dalam perdaganagn, pengaturan bea cukai, pemasukan keuangan negara dari sektor pajak atah penghasilan tanah serta sistem mata uang yang berlaku secara resmi telah disusun secara rapi.

Ø  Imperium Mughal

Pada saat Babar berkuasa di Kabul, situasi di India sedang dalam masa kekacauan masa pemerintahan Ibrahim Lodi. Tahun 1526 terjadi pertempuran besar di Kota Panipat. Sultan Ibrahim Lodi dapat dikalahkan oleh Babar dan berakhirlah kerajaannn Delhi. Sultan Babar kemudian mendirikan kerajaan Moghul, yang terkenal dengan Kesultanan Moghul beribukota di Agra.

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Perkembangan dan kemajuan Kesultanan Moghul saat dipimpin oleh beberapa sultan, meliputi:

v  Zahirrudin Babar (1526-1530) Setelah mengalahkan Ibrahim Lodi, Babur membangun stabilitas politik dan memperkuat angkatan perang. Sampai dengan tahun 1529 wilayah Moghul sangat luas mulai Turkestan sampai Teluk Benggala.

v  Nassirudin Humayun  (1530-1556) Humayun sempat menyingkir dari Agra, dan dengan bantuan Shah Thomas dari Persia Humayun berhasil menguasai Kabul kembali, kemudian Agra juga berhasil direbut tahun 1555. Selama masa pemerintahannya, secara militer dan administratif sudah berhasil.

v  Jalaludin Akbar (1560-1605) Ia naik tahta saat umur 15 tahun, karena usianya yang masih belia pemerintahan diserahkan kepada Bairam Khan. Setelah dewasa, ia dapat mengembalikan wilayah-wilayah yang pernah melepaskan diri dan memperluas wilayah-wilayah baru secara gemilang. ia juga membuat kebijakan-kebijakan, seperti: memperkuat militer dan mewajibkan pejabat sipil mengikuti latihan militer, kebijakan shalalul (toleransi universal) kebijakan ini memberikan hak persamaan kepada semua penduduk tanpa membedakan agama dan etnis.

v  Nurrudin Jahangir (1605-1627) Pemerintahannya diwarnai dengan pemberontakan, seperti pemberontakan di Ambar yang tidak mampu dipadamkan. Pemberontakan juga muncul dari istana yang dipelopori oleh putranya sendiri, Kurram. Dengan bantuan Panglima Muhabbat Khan, Kuram menangkap dan menyekap Jahangir. Berkat usaha permaisurinya, permusuhan antara anak dan ayah ini dapat didamikan.

v  Muhammad Shihabuddin Shah Jahan (1627-1658) Pada masa pemerintahannya masih menghadapi berbagai gejolak dalam negeri dan ancaman perebutan kekuasaan dari negara-negara lain. Meskipun demikian ia pemimpin yang jujur, bijaksana. Kas negara penuh dan ia membuat banyak bangunan, seperti: Taj Mahal (makam untuk istrinya tercinta: Muntaz Mahal), masjid juma, Red Fort, Dewan i-khas.

v  Mohyuddin Arungzeb Alamgir (1658-1707) Sultan Aurangzib Alamgir dinobatkan di Delhi tahun 1659 segera melakukan kontrol keamanan dalam negeri dengan mamantapkan kembali kekuasaan di Decaan. Usahanya tidak sia-sia dengan semakin banyaknya wilayah yang dikuasai. Tahun 1685 kerajaan Bijabur tunduk, disusul Golkonda tahun 1687, Tanjore dan Trichinopoly tahun 1689. Aurangzib berhasil memperluas kekuasaan di India secara utuh.

Kehancuran Imperium Mughal

Faktor internal :

1. Lemahnya para pewaris kerajaan.

2. Pola kehidupan mewah & boros.

3. Memperlakukan diskriminasi yang mencolok terhadap masyarakat Hindu

Faktor eksternal :

1. Adanya pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang hindu.

2. Adanya serangan dari luar.

3. Datangnya kekuatan inggris dengan perusahaan dagangnya IEC

Kolonialisme Di Anak  Benua India

Penjajahan yang sangat lama di anak benua India utamanya di kawasan India dilakukan oleh Inggris sejak dibentuknya organisasi perdagangan yang bernama EIC ( English East India Company ) pada 1600 dengan diberi hak monopoli oleh Pemerintah Inggris  di kawasan  dunia Timur. Peletak dasar kolonialisme di India Ialah Robrt Clive yang mampu mengalahkan Perancs dalam peperangan Carnatic  1746-1752 dan 1756-1763, mengusir Portugis dari anak Benua , mengusir Belanda dari Srilangka, memenangkan Perang Plassey ( Juni 1757 ), Perang Buxor ( 1767 ).

Dampak Kolonialisme di Anak Benua India

1. Dampak Negatif:

v  Terjadinya disintegrasi masyarakat Indian.

v  Percepatan Revolusi di India.

v  Wabah Kelaparan akibat percepatan Industri dengan menghancurkan lahan pertanian.

v  Dalam bidang sosil budaya terdapat diskriminasi rkya India.

2. Dampak Positif :

v  Mewariskan infrastruktur yang dapt dimanfaatkan serta dikembankan oleh rakyat India.

v  Pekembangan Pendidikan yang diberikan Inggris melahirkan kaum intelektual yang menjadi  pemikir kemerdekaan.

v  Warisan bidang administrasidan politik Inggris di India dengan adnya peraturan, shukum dan sistem pemerintaha yang teratur dan rapi

Fenomena Nasionalisme di kawasan Asia Selatan khususnya daerah India terjadi dikarenakan menculnya kaum terpelajar India yang menginginkan India bersatu sebagai satu kesatuan yang utuh tanpa ada intervensi dari negara lain serta memiliki pemerintahan sendiri. Hal tersebut terjadi pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 dengan munculnya organisasi pejuang kemerdekaan seperti All India National Congres ( 1885 ) dan Organisasi All Indian Muslim League (1906).

Konflik India-Pakistan

a.       Konflik Agama dan Politik

·         Rivalitas antara agama Hindu dan Islam.

·         Pakistan melepaskan diri dari India.

·         Kepemimpinan India dan Pakistan.

b.      Konflik Perebutan Wilayah (Wilayah Perbatasan Kasmir)

A. Timbulnya perang:

·         Perang India-Pakistan (1947-1948)

·          Perang India-Pakistan (1965)

·         Perang Saudara (1971)

·         Perang India-Pakistan 1999  (Perang Kargil)

Upaya penanganan konflik oleh PBB berupa pembentukan komisi khusus  dan membentuk suatu garis batas antar wilayah yang membagi kedaulatan kedua negara tersebut. PBB pun berperan menjadi pengawas atas aksi gencatan senjata dan sebagai penengah yang melakukan berbagai mediasi yang dianggap berhasil, diantaranya dikenal dengan Perjanjian Karachi dan Perjanjian Shimla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar