Review Materi Sejarah Asia 6
Letak Geografis Asia
Selatan
Secara geografis, Asia Selatan sebelah utara wilayah ini
berbatasan dengan sebagian Rusia dan Pegunungan Himalaya yang memisahkan dengan
Cina, selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, barat dengan Iran dan Laut
Arab, sementara sebelah timur berbatasan dengan Birma dan Teluk Benggala. Kawasan
Asia Selatan terdiri dari beberapa negara yaitu, India, Pakistan, Bangladesh,
Srilanka, Nepal, Bhutan dan Maladewa.
Ø
Peradaban
mohenjodaro &
harappa oleh bangsa dravida 2500
sm di sungai indus
Pada
peradaban ini telah menerapkan system irigasi yang baik. Peradaban Harappa yang berkembang di Lembah sungai Indus telah
muncul lebih awal sebelum adanya kitab Veda. Harappa dan Mohenjodaro
membagi kotanya menjadi dua bagian yaitu bagian pemerintahan dan administratif.
Kelompok manusia pertama yang membangun peradaban Harappa dan
Mohenjodaro adalah bangsa Dravida.
Kedatangan
bangsa arya di india memberikan pengaruh yang salah satunya penerapan sistem
varna atau sistem kasta. Bangsa Arya berasal dari wilayah Eropa antara Laut
Hitam dan Laut Kaspia sekitar pertengahan millennium kedua sebelum masehi. Bangsa
Arya memperkenalkan konsep Brahmana sebagai suatu kepercayaan. Brahma yaitu
salah satu dewa yang terdapat dalam trinitas agama Hindu. Kebudayaan baru yang
dibawa oleh bangsa arya menuai perlawanan dan pertempuran, tetapi ada ilham
dibaliknya yaitu terciptanya sastra epic legendaris seperti Ramayana dan
Mahabarata. Agama yang dianut oleh penduduk asia selatan hinduisme dan
buddhisme, hinduisme adalah gabungan dari berbagai kepercayaan banyak suku yang
terbentuk di India ribuan tahun yang lalu. Kehidupan agama Hindu terdiri dari
pemujaan, doa, dan meditasi. Kata kunci dalam agama Hindu yang merujuk pada
keselamatan adalah moksha atau mukti. Sedangkan buddhisme adalah agama India kuno, yang muncul di dalam
dan sekitar Kerajaan Magadha kuno
(sekarang di Bihar , India ),
dan didasarkan pada ajaran Buddha Gautama).
Ø
Peradaban
Dinasti Maurya
Dinasti
Maurya mengalami masa kejayaan pada masa kepemimpinan Ashoka (273 SM – 232 SM. Ashoka
sebelumnya menganut Hindu, tetapi ia
berpindah menganut Budha. Kemudian di bawah kepemimpinan Ashoka, ajaran Budha
dijadikan dasar bagi kekuasaan Kerajaan Maurya tersebut. Salah satu kemajuan
peradaban Ashoka yaitu didirikannya tiang-tiang batu berisi ajaran agama Budha
di seluruh penjuru kerajaan.
Berdasarkan
Kitab Wishnu Purana, jumlah raja yang pernah memerintah kerajaan Maurya ada
sepuluh orang, dan kerajaan ini dapat bertahan selama 137 tahun.
Kerajaan
Gupta dan Harsha
Pada awal
keempat mulailah kerajaan baru di India yaitu Kerajaan Gupta. Kerajaan ini
hampir menyamai kerjaan Chandragupta dan Maurya. Raja yang pertama adalah
Chandragupta I.
Raja-raja yang memerintah kerajaan Gupta
:
1.
Chandragupta I ( 320 -330 M)
2.
Ramagupta (330 – 335 M)
3.
Samudragupta, Sarvarajaccheta (335-376 M)
4.
Chandragupta II bergelar Vikramaditya (376-415 M)
5.
Kumaragupta (415-455 M)
6.
Skandagupta (455 – 467 M)
7.
Paragupta
Kerajaan Harsha
Harsha atau Harsha Vardana adalah kaisar India yang
menguasai wilayah India Utara selama 41 tahun.
Harsha Vardana (606 – 647 M)
Ø
DINASTY
PALLAVA
Dinasti
Pallava ialah dinasti di India
Selatan yang memerintah wilayah Tamil
Nadu utara dan wilayah Andhra
Pradesh selatan, dengan ibu kotanya terletak di Kanchipuram. Dinasti Pallava adalah dinasti
India yang ada dari 275M hingga 897M, menguasai sebagian India Selatan.
Perkataan "Pallava" dalam bahasa
Sanskrit membawa pengertian cabang. Pallavas merupakan
dinasti deengan pengikut Hindu. Kaum kerabat Pallava berasal daripada komuniti
Kuruba/Kurumba dan pada mula-mulanya, menghuni di wilayah Guntur di Andhra
Pradesh. Kawasan ini kini masih dirujuk sebagai Palnadu atau Pallava Nadu.
v Kerajaan Chalukya
Kerajaan
Chalukya berkembang ketika Jayasimha berhasil menaklukan kekuasaan Rastrakuta
dan mendirikan kerajaan yang disebut Chalukya yang berada di Negeri Maharastra
dan Vatapi menjadi Ibukotanya. Pendiri kerajaan Chalukya yaitu Pulekesin I dan melakukan perluasan ke
berbagai arah di bawah kepemimpinan para putranya. Lalu kerajaan ini mengalami kehancuran akibat mendapat serbuan dari raja
Dantidurga yaitu penguasa wilayah Malked yang tentunya Raja Dantidurga ini
memiliki pasukan yang lebih kuat dibandingkan pasukan Chalukya bahkan dalam
dalam aktifitas perdagangannya juga. Lalu dilanjutkan oleh dinasti yang
menguasai sebagian besar
anak benua India selatan dan
tengah dari abad ke-6 hingga abad ke-12.
v Kerajaan Chola (300
SM hingga 1279 M)
Kerajaan
Cholamandala atau yang sering disebut Chola adalah kekaisaran Thalassocratic
Tamil di India Selatan, salah satu dinasti dengan kekuasaan terlama dalam
sejarah dunia. Kerajaan ini muncul dalam cerita Mahabarata. Bangsa ini
dipercaya mempunyai hubungan dengan wangsa Siwi atau Sibi, bersama dengan
Sindhu Sauwira. Kerajaan Chola dipimpin
oleh Dinasti Chola yaitu Dinasti Tamlik yang menguasai Chola hingga abad ke-13.
Raja Chola awal yang paling terkenal adalah Karikala Chola.
Proses Islamisasi Anak Benua India
Usaha penyebaran agama Islam di
wilayah Asia Sebenarnya telah dilakukan semenjak masa Khulafa’ur Rashidin dan
mengalami kegagalan. Selanjutnya diteruskan pada masa dinasti umayyah dan
Abassiyah. Namun Secara politis masuknya Islam ke kawasan anak benua India
berasal dari wilayah Afganistan yaitu pada masa Ghasnawiyah ( 977-1186 SM ) . Selanjutanya
masa Ghasnawiyah ini ditumbangkan oleh dinasti Ghuri dan Dinasti Ghuri tersebut
mampu melindas persekutuan dalam pertempuran Terain 1192. Kehadiran Islam di
kawasan India tersebut memberikan dampak yang sangat kuat dalam bidang politik
utamanya saat kekuasaan Kerajaan Mughal. Kebijakan ekonomi dari para penguasa
muslim utamanya Mughal misalnya dalam perdaganagn, pengaturan bea cukai,
pemasukan keuangan negara dari sektor pajak atah penghasilan tanah serta sistem
mata uang yang berlaku secara resmi telah disusun secara rapi.
Ø Imperium Mughal
Pada saat Babar berkuasa di Kabul, situasi di India sedang dalam masa
kekacauan masa pemerintahan Ibrahim Lodi. Tahun 1526 terjadi pertempuran besar
di Kota Panipat. Sultan Ibrahim Lodi dapat dikalahkan oleh Babar dan
berakhirlah kerajaannn Delhi. Sultan Babar kemudian mendirikan kerajaan Moghul,
yang terkenal dengan Kesultanan Moghul beribukota di Agra.
Periodesasi Kerajaan Mughal di India
Perkembangan dan kemajuan Kesultanan Moghul saat
dipimpin oleh beberapa sultan, meliputi:
v Zahirrudin Babar (1526-1530) Setelah
mengalahkan Ibrahim Lodi, Babur membangun stabilitas politik dan memperkuat
angkatan perang. Sampai dengan tahun 1529 wilayah Moghul sangat luas mulai
Turkestan sampai Teluk Benggala.
v Nassirudin Humayun
(1530-1556) Humayun sempat menyingkir dari Agra, dan dengan
bantuan Shah Thomas dari Persia Humayun berhasil menguasai Kabul kembali,
kemudian Agra juga berhasil direbut tahun 1555. Selama masa pemerintahannya,
secara militer dan administratif sudah berhasil.
v Jalaludin Akbar (1560-1605) Ia naik tahta saat umur
15 tahun, karena usianya yang masih belia pemerintahan diserahkan kepada Bairam
Khan. Setelah dewasa, ia dapat mengembalikan wilayah-wilayah yang pernah
melepaskan diri dan memperluas wilayah-wilayah baru secara gemilang. ia juga
membuat kebijakan-kebijakan, seperti: memperkuat militer dan mewajibkan pejabat
sipil mengikuti latihan militer, kebijakan shalalul (toleransi universal)
kebijakan ini memberikan hak persamaan kepada semua penduduk tanpa membedakan
agama dan etnis.
v Nurrudin Jahangir (1605-1627) Pemerintahannya
diwarnai dengan pemberontakan, seperti pemberontakan di Ambar yang tidak mampu
dipadamkan. Pemberontakan juga muncul dari istana yang dipelopori oleh putranya
sendiri, Kurram. Dengan bantuan Panglima Muhabbat Khan, Kuram menangkap dan
menyekap Jahangir. Berkat usaha permaisurinya, permusuhan antara anak dan ayah
ini dapat didamikan.
v Muhammad Shihabuddin Shah Jahan (1627-1658) Pada
masa pemerintahannya masih menghadapi berbagai gejolak dalam negeri dan ancaman
perebutan kekuasaan dari negara-negara lain. Meskipun demikian ia pemimpin yang
jujur, bijaksana. Kas negara penuh dan ia membuat banyak bangunan, seperti: Taj
Mahal (makam untuk istrinya tercinta: Muntaz Mahal), masjid juma, Red Fort,
Dewan i-khas.
v Mohyuddin Arungzeb Alamgir (1658-1707) Sultan
Aurangzib Alamgir dinobatkan di Delhi tahun 1659 segera melakukan kontrol
keamanan dalam negeri dengan mamantapkan kembali kekuasaan di Decaan. Usahanya tidak sia-sia dengan semakin banyaknya
wilayah yang dikuasai. Tahun 1685 kerajaan Bijabur tunduk, disusul Golkonda
tahun 1687, Tanjore dan Trichinopoly tahun 1689. Aurangzib berhasil memperluas
kekuasaan di India secara utuh.
Kehancuran Imperium Mughal
Faktor internal :
1. Lemahnya para pewaris kerajaan.
2. Pola kehidupan mewah & boros.
3. Memperlakukan diskriminasi yang mencolok terhadap
masyarakat Hindu
Faktor eksternal :
1. Adanya pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang
hindu.
2. Adanya serangan dari luar.
3. Datangnya kekuatan inggris dengan perusahaan
dagangnya IEC
Kolonialisme Di Anak Benua India
Penjajahan yang sangat lama di anak benua India
utamanya di kawasan India dilakukan oleh Inggris sejak dibentuknya organisasi
perdagangan yang bernama EIC ( English East India Company ) pada 1600 dengan
diberi hak monopoli oleh Pemerintah Inggris
di kawasan dunia Timur. Peletak
dasar kolonialisme di India Ialah Robrt Clive yang mampu mengalahkan Perancs
dalam peperangan Carnatic 1746-1752 dan
1756-1763, mengusir Portugis dari anak Benua , mengusir Belanda dari Srilangka,
memenangkan Perang Plassey ( Juni 1757 ), Perang Buxor ( 1767 ).
Dampak Kolonialisme di Anak Benua India
1. Dampak Negatif:
v Terjadinya disintegrasi masyarakat Indian.
v Percepatan Revolusi di India.
v Wabah Kelaparan akibat percepatan Industri dengan
menghancurkan lahan pertanian.
v Dalam bidang sosil budaya terdapat diskriminasi rkya
India.
2. Dampak Positif :
v Mewariskan infrastruktur yang dapt dimanfaatkan
serta dikembankan oleh rakyat India.
v Pekembangan Pendidikan yang diberikan Inggris
melahirkan kaum intelektual yang menjadi pemikir kemerdekaan.
v Warisan bidang administrasidan politik Inggris di
India dengan adnya peraturan, shukum dan sistem pemerintaha yang teratur dan
rapi
Fenomena Nasionalisme di kawasan Asia Selatan
khususnya daerah India terjadi dikarenakan menculnya kaum terpelajar India yang
menginginkan India bersatu sebagai satu kesatuan yang utuh tanpa ada intervensi
dari negara lain serta memiliki pemerintahan sendiri. Hal tersebut terjadi pada
akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 dengan munculnya organisasi pejuang
kemerdekaan seperti All India National Congres ( 1885 ) dan Organisasi All
Indian Muslim League (1906).
Konflik India-Pakistan
a. Konflik Agama
dan Politik
·
Rivalitas antara agama Hindu dan Islam.
·
Pakistan melepaskan diri dari India.
·
Kepemimpinan India dan Pakistan.
b. Konflik
Perebutan Wilayah (Wilayah Perbatasan Kasmir)
A. Timbulnya
perang:
·
Perang India-Pakistan (1947-1948)
·
Perang
India-Pakistan (1965)
·
Perang Saudara (1971)
·
Perang India-Pakistan 1999 (Perang Kargil)
Upaya penanganan konflik oleh
PBB berupa pembentukan komisi khusus dan
membentuk suatu garis batas antar wilayah yang membagi kedaulatan kedua negara
tersebut. PBB pun berperan menjadi pengawas atas aksi gencatan senjata dan
sebagai penengah yang melakukan berbagai mediasi yang dianggap berhasil,
diantaranya dikenal dengan Perjanjian Karachi dan Perjanjian Shimla.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar