SEJARAH
AGRARIA
PERTEMUAN
KE-3
Sejarah
Agraria adalah soal tanah atau urusan pertanian/kepemilikan tanah yang mencakup
berbagai hal seperti bumi, air, angkasa, dan kekayaan alam yang ada didalamnya.
Agraria adalah soal hidup dan penghidupan manusia, karena tanah adalah asal dan
sumber makanan bagi manusia.
Di Didalam UUPA Meliputi :
·
Secara luas mencakup berbagai hal :
bumi, air, angkasa, dan kekayaan alam yang ada didalamnya(arti fisik).
·
Secara yuridis hak kekayaan alam yang
terkandung disuatu area atau wilayah berhak dieksploitasi oleh pihak yang
memiliki wilayah tersebut, misalnya Negara.
·
UU no 24 1992: tentang penataan ruang:
bahwa ruang sebagai wadah yng meliputi daratan lautan dan udara sebagai
kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dan melakukan
kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya.
Sejarah Agraria Dunia: Reformasi Agrarian
Dunia.
1. Yunani
Kuno
Redistribusi
land dan fasilitas perkreditan, membebaskan hektemar dan hutang dan membebaskan
dari status sebagai budak pertanian. Hektemar
yaitu petani miskin yang menjadi penyakap atau penggarap pada tanah gadaian
atau bekas tanahnya sendiri yang telah digadaikan pada orang kaya.
2. Romawi
Kuno
Untuk
mencegah terjadinya pemberontakan dengan cara melakukan redistribusi
tanah-tanah milik umum yang menyangkut rakyat kecil. Kemudian menetapkan batas
maksimum penguasaan tanah, tanah yang melebihi batas maksimum harus diserahkan
kepada negara dan dibagikan kembali kepada petani kecil secara sama supaya
tidak terjadi pemberontakan.
3. Inggris
Enclosure
Movement adalah suatu proses pengkaplingan tanah-tanah pertanian dan padang
penggembala yang semula merupakan tanah yang dapat disewakan oleh umum, menjadi
tanah-tanah individu. Tindakan yang dilakukan yaitu dengan mengalihkan usahanya
yaitu dari pertanian menjadi peternakan, di inggris banyak petani dan peternak yang memiliki tanah berhektar-hektar.
4. Revolusi
Perancis
Sistem
penguasaan tanah feodal dihancurkan, tanahnya dibagikan kepada petani dan
petani budak dibebaskan. Kesan abadi yang ditinggalkan oleh revolusi perancis
dalam hal reforma agrarian, yaitu :
a. Membebaskan
petani dari ikatan “tuan budak” dari sistem feodal.
b. Melembagakan
usaha tani keluarga yang kecil-kecil sebagai satuan pertanian yang dianggap
ideal.
5. Rusia
petani dibebaskan dari komune-komune
dan menjadi pemilik tanah secara bebas, sehingga terjadi kesenjangan yang
tajam antara petani kaya dan para tunakisma. Berhasilnya kaum komunis merebut kekuasaan
di Rusia melalui Revolusi tahun 1917 telah memberikan ciri radikal pada reforma
agraria Uni Soviet, yaitu :
a. Hak pemilikan tanah pribadi
dihapuskan;
b. Hak garap dan luas hak garapan
ditentukan atas dasar kriterium seluas seorang petani telah benar-benar
menggarap tanah itu;
c. Menggunakan buruh upahan
dilarang.
6. Piagam
Petani/peasents charter
Penghargaan terhadap petani.
Agraria Sebagai Sumber Penghidupan
Rakyat Indonesia.
Besarnya
factor ketergantungan manusia terhadap tanah, menyebabkan sering terjadinya
konflik yaitu terajdinya perebutan kekuasaan tanah. Tanah merupakan persoalan yang tidak ada habisnya untuk
diperbincangkan oleh sejarawan, ekonomi, maupun pakar hukum. Bukan masalah soal
hidup atau penghidupan manusia tetapi juga sering disalah pahamkan sehingga
berujung konflik, sehingga sebagai rujukan jika soal agrarian tetap relevan
untuk diperbincangkan. Karena tanah merupakan asal dan sumber segala makanan
bagi manusia, perebutan tanah berarti perebutan atas tiang hidup dan
penghidupan serta pengorbanan untuk mempertahankan demi kelangsungan hidup
keluarga dan keturunan di hari medatang.
Das
capital: bahwa komoditi merupakan bentuk dasar atas segala kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat. Walaupun tanah bukan sebuah komoditas tapi sebagai proses
produksi yang menghasilkan komodias.
Sebab Terjadinya
Konflik Agraria
a. Adanya
tangan-tangan dari kekuatan-kekuatan yang memang ingin menguasai sumber-sumber
alam Indonesia(relasi kuasa) yang merekayasa konflik dan membelokkan masalah
inti dikaburkan.
b. Historical
trauma : berdiam tanpa perlawanan sehingga rakyat mudah dibelokkan dari isu
agrarian ke isu SARA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar